Meskipun sudah sebulan lalu book review ini diadakan di WhatsApp Group The Jannah Institute Community, saya tetap saja masih hanyut dalam kisah hidup Pak Nadiem Makarim. Terutama berkaitan dengan aktualisasi diri. Jadi saya akan mengulas salah satu buku yang telah membuka jalan pikiran ini.

Mungkin ada yang sudah baca? Meskipun tidak ada embel-embel best seller, nyatanya buku ini memiliki magnet tersendiri karena nilai jual si tokoh hehe. Dan ini merupakan re-write dari hasil book review saya di WAG TJI.


Nadiem Makarim (Cerita Masa Kecil, Jatuh Bangun Gojek, dan Pengabdian bagi Negeri)


Siapa yang belum tau Pak Nadiem Makarim? Atau... Siapa yang belum pernah mengunduh aplikasi Gojek? Nampaknya mustahil saya mendengar jawaban tidak untuk kedua pertanyaan tadi.




Sama saja dengan buku biografi pada umumnya dan alurnya pun mudah ditebak karena kita tahu Pak Nadiem berasal dari keluarga yang penuh dengan kenyamanan. Ditambah lagi, berbekal pendidikan dan pengalaman di empat negara juga berhasil menjadikan beliau pribadi yang kompetitif, kritis, dan kreatif. Kenyamanan hidup itu bisa jadi sebuah ujian jika orang tua tidak mengimbanginya dengan 'gemblengan' yang tepat. Prinsip keluarga Pak Nadiem menjadi salah satu bukti yang perlu kita teladani dalam mendidik anak.


Nasihat keluarga Pak Nadiem Makarim
 Sumber : dok. pribadi


Jelas ini bukan omong kosong belaka dan dari sini pula sudah menggambarkan peribahasa buah tidak jatuh dari pohonnya. Jikalau kebanyakan orang tua hanya memberi nasihat kepada anak-anak untuk satu dua hal pada momen saat itu juga, lain halnya dengan orang tua Pak Nadiem Makarim. Nasihat yang diberikan mengandung amanah yang visioner. Maka dari itu, betapa pentingnya kita juga harus menciptakan nasihat dan lingkungan yang baik dalam lingkaran keluarga. Dan bekal utama yang harus jadi pedoman tentunya agama.

Nah, kembali ke kisah Pak Nadiem. Saya fotokan sebagian cerita awal saat merintis Gojek ⤵️






Sumber : dok. pribadi


Ternyata Gojek dulu bermula dari sistem yang sederhana. Eits, kalau mau membangun start up dizaman ini, jangan memulainya dengan sistem seperti Gojek dahulu kala. Karena masanya tentu sudah berbeda. Tetapi yang perlu ditiru adalah semangat memulai, bertahan, dan berkembang. Serta kepekaan dalam melihat momentum maupun hal kecil lain disekitar yang dapat menghadirkan solusi. Itu kunci usaha yang dapat terus diterima masyarakat.

BUMBATA. Yap! Buka mata buka telinga adalah salah satu cara untuk melatih diri agar lebih peka dengan lingkungan sekitar. Jika bumbata sudah bisa kita lakukan, saatnya menebar virus bumbata ke orang lain.

Kini saya akan membawa sobat dumay melompat ke akhir buku ini.

Konon katanya setelah mendapat harta, manusia akan cenderung ingin meraih tahta. Apakah rumus ini juga berlaku pada kisah yang sedang kita ulas bersama ini?

Saya harap tidak. Mari kita perluas pandangan.

Masih ingat kalimat penggugah pada halaman awal buku ini? Yap. Tentang motto keluarga Pak Nadiem agar berkontribusi kepada Tanah Air. Dan itu yang saya yakini setelah membaca buku ini. Bahwa niat lurus itulah yang mengantar beliau bisa menjadi seorang menteri. Setuju sobat dumay?

Hal lainnya yang perlu kita jadikan cambuk motivasi adalah prinsip hidup Pak Nadiem yang satu ini :

"Siapa pun dapat mencuri ide Anda, 
tetapi tidak ada yang dapat mencuri eksekusi Anda." 

Kalau sobat dumay sedang ingin memulai atau bahkan sudah memiliki start up, jangan takut dengan pejuang ATM (Amati Tiru Modifikasi). Memang terasa menyakitkan jika ide kita dicuri atau sekadar memiliki kemiripan dengan orang lain. Namun, yang terpenting adalah proses eksekusinya. Dan sah-sah saja jika sobat dumay juga ingin menjadi si ATM. Tentunya dibarengi dengan eksekusi yang tepat dan tidak asal jiplak.

Oh iya. Dalam book review ini, juga berlangsung komunikasi dua arah. Partisipan yang berada di grup ini juga boleh mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan pendapatnya. Misalnya seperti ini ⤵️


Sumber : dok. pribadi


Meski buku ini hanya bercerita mengenai satu tokoh, tetapi penulis dibaliknya ada tiga lho. Wah kalau saya juga harus menceritakan tentang penulisnya, sayangnya saya belum berkenalan langsung hehe.

Yang jelas rumus ini berlaku bagi saya, dibalik buku yang dapat menginspirasi pembacanya (entah akan jadi best seller atau tidak) tentu terdapat penulis dan tim yang sudah bekerja keras dengan hati.

Semoga kita bisa berani untuk belajar berkontribusi dimulai dari hal terkecil. Dan pastinya disertai dengan hati.

***

Judul : Nadiem Makarim (Cerita Masa Kecil, Jatuh Bangun Gojek, dan Pengabdian bagi Negeri)
Penulis : Ardi Darmawan, Mugi Artiningsih, dan Fanny A. Prasetya
Penerbit : Andaliman Books
Tahun : 2020