Kalau ditawarkan berbagai pilihan genre, saya tidak akan pernah menyentuh cerita misteri. Membayangkannya saja sudah menakutkan. Entah saya yang terlalu pecundang atau bagaimana. Tapi pada sisi lain, saya salut dengan mereka yang tertarik menulis genre tersebut.

Tahukah sobat dumay? Sejatinya rumus dari cerita misteri itu tidak sebatas hal menyeramkan, namun harus ada teka-teki yang dapat dipecahkan. Tidak heran jika penulisnya pun harus pandai membangun alur, konflik, dan latar yang sangat kompleks. Supaya ujung teka-teki tersebut nantinya terasa sulit ditemukan.

Hal ini baru saya ketahui saat bertemu dengan Mbak Roswita, penikmat sekaligus penulis cerita misteri. Meskipun ia masih belum melabeli dirinya secara gamblang, namun sebuah pengakuan muncul saat kami sempat mengobrol kala itu. 

Ketika tahu lawan bicara suka cerita misteri, saya auto googling tentang seluk beluk berikut dengan contoh ceritanya. Benar-benar deh! Meskipun sudah memberanikan diri sekuat tenaga dan seluruh sugesti baik sudah saya ucapkan bak mantra! Tetap saja saya cuma sanggup membaca satu paragraf pembuka lalu melompat ke bagian akhir cerita. 




Saat itu Mbak Roswita juga membagikan sebuah link tulisan misteri karya beliau. Tapi mohon maaf mbak, saya nggak berani menamatkannya :))

Kalau sobat dumay penasaran, silakan bisa dinikmati di Kasus Pertama : Pembunuhan di Asrama Putri.





Siapa sangka jika Mbak Roswita sudah gemar menulis sejak kelas 4 SD. Rasa cinta itu bermula dari ajakan ayah beliau untuk menulis buku diari. Sebuah catatan sederhana yang menceritakan keseharian anak berseragam merah putih. Sungguh gemas untuk dibayangkan!

Saya jadi teringat dengan satu buku diari kesayangan yang bergembok ketika SD. Hehe siapa sobat dumay di sini yang juga malu-malu kucing jika buku diarinya dibaca orang lain terlebih orang tua? Yap, kita sama! :))

Mbak Roswita memang menyukai genre misteri, namun beliau tidak berhenti untuk mengasah kemampuan diri. Lihat saja karyanya dalam tahun 2021 ini, ada delapan sekaligus! MasyaAllah. Yang kalau diurut akan seperti ini deretan judulnya :

  • Hello 2021
  • Super Wife 
  • Super Mom
  • Waktu Indonesia Bercanda
  • Foto Terindah
  • Super Dad
  • 25 Years Old
  • Pesan Cinta untuk Allah

Meskipun Mbak Roswita baru saja vakum selama beberapa tahun, nyatanya tidak menurunkan semangat beliau untuk memulai kembali. Delapan tulisan antologi dalam setahun? MasyaAllah tabarakallah. Sungguh sebuah pencapaian. 

Ternyata salah satu sumber inspirasi beliau adalah si kecil bernama Haura. Memang ya, kehadiran buah hati itu menjadi matahari penyemangat yang tidak hentinya bersinar.

Tidak hanya menulis buku antologi, beliau juga kembali aktif di dunia blog. Multitalenta bukan? Padahal pekerjaan Mbak Roswita cukup menyita waktu, tenaga, dan pikiran. Menjadi seorang manajer teknik laboratorium kimia sekaligus seorang ibu, dan istri. Prosesnya tentu asam manis pahit asin ya, Mbak? :))


"Semoga kedepannya semakin konsisten dalam menulis di blog yang penuh perjuangan ini. Supaya karyanya bukan hanya ditulis di dunia namun melangit hingga ke akhirat. Aamiin.Roswita Puji Lestari


Bagaimana sobat dumay? Semakin penasaran dengan kisah Mbak Roswita? Silakan bisa kunjungi beliau di berbagai media sosial ya karena sangat banyak hehe. Kemarin saya sempat kepo mbak. Ups~

Dan jangan lupa mari kita berdoa agar harapan Mbak Roswita tercapai hingga lebih banyak lagi karya yang beliau terbitkan dalam berbagai genre. Lagi dan lagi saya salut karena tidak semua penulis pandai menekuninya.