"Kita bisa ngasih inspirasi ke pembaca yang mungkin kita nggak bakal ketemu, tapi kita bisa berbagi lewat tulisan." Prita HW


"Penulis pemula hanya berpikir bagaimana menyelesaikan sebuah tulisan setelah ide lahir tanpa banyak berpikir apakah ide tersebut biasa atau luar biasa. Seharusnya sejak awal seorang penulis berpikir untuk menemukan ide yang unik dan tidak biasa. Menyajikan hal baru dalam karyanya." Isa Alamsyah, 101 Dosa Penulis Pemula


Tulisan ternyata juga memiliki peran dalam kehidupan ini, bukan? Maka dari itu, jangan asal dalam menulis. Berikan upaya terbaik dan jadikan karya tersebut menjadi karya yang bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu, menulis untuk dinikmati diri sendiri tanpa dipublikasikan dalam sebuah karya tidak akan memainkan perannya dengan baik. Tulisan akan bermanfaat jika dapat dibaca sekaligus dinikmati banyak orang. Tentu tidak mudah, tapi bukan berarti mustahil tercapai.

Online Writing Class dari The Jannah Institute hadir sebagai solusi bagi kita yang ingin belajar menulis hingga menghasilkan karya yang bermanfaat. Siapa yang tidak tertarik jika sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui?


Sumber : Materi Pertemuan Perdana Online Writing Class

Kelas ini sudah saya nantikan sejak lama, namun baru kesampaian untuk mengikutinya tahun ini. Online Writing Class adalah wadah bagi kita yang ingin belajar menulis dengan fokus lebih mengarah ke freelance writing, dunia menulis yang sangat cocok di zaman teknologi serba canggih saat ini. Step by step diajarkan oleh Prita HW sebagai mentor dengan sangat piawai. Tidak heran jika kelas ini sudah memasuki batch 3. Selama dua bulan ke depan, saya dan peserta lainnya akan berada dibawah bimbingan Mbak Prita, begitu saya memanggilnya.


Baca juga : 


Pada pertemuan perdana 28 September 2020, kelas dibuka dengan beberapa pertanyaan. Bagi saya dan beberapa peserta lain yang lama vakum, pertanyaan sekilas itu mungkin terasa menohok. Tapi itulah pertanyaan yang wajar diajukan setiap awal kelas. Alih-alih untuk menguji kesiapan kita, makna dibalik pertanyaan itu juga sangat berguna bagi mentor dalam menyatukan visi dan misi kelompok sebelum terjun ke ‘medan perang’. Pertanyaan itu adalah :

    1. Apa itu freelance writing?
    2. Apa alasan mengikuti Online Writing Class?
    3. Sebutkan pengalaman mengesankan selama menulis!
    4. Sebutkan goals yang ingin dicapai setelah mengikut Online Writing Class!

Awalnya saya sempat kebingungan saat ditanya apa itu freelance writing, alhasil saya justru mengalihkannya menjadi apa itu freelance writer. Yap, pekerjaan yang berani! Begitu saja menjawabnya dengan mantap. Daripada harus menjawab freelance writing adalah menulis lepas, terkesan tanpa makna dan sekadar translate kata per kata. 

Sungguh, jangan pernah memandang sebelah mata pekerjaan yang satu ini. Tidak semua manusia bisa membuat otak kiri dan otak kanan bekerja sama dengan selaras, seperti yang dilakukan freelance writer. Disatu sisi mereka harus kreatif, juga harus pandai melakukan riset dan menggabungkannya secara utuh menjadi sebuah tulisan. Tidak mudah. Makanya tidak semua orang dapat bertahan di jalur ini, kan?

Online Writing Class memang bukan kelas pertama yang saya ikuti dari The Jannah Institute. Tetap saja, saya tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran dan antusias pada pertemuan perdana kali ini. Selain proses menulis yang terasa menyenangkan,  pun saya yakin akan selalu ada ilmu baru yang bisa diterima sekalipun berasal dari mentor yang sama. Bersama teman atau peserta seperjuangan lainnya, kami akan belajar untuk menjadi penulis terbaik versi kami. Luruskan barisan, mari mulai melangkah beriringan.


Sumber : Materi Pertemuan Perdana Online Writing Class

Alur pembelajaran pertemuan perdana Online Writing Class terdiri dari 4D, yaitu Discover (menemukan), Dream (memimpikan), Design (mencipta), dan Destiny (melahirkan inovasi).


 1. Discover 

Mbak Prita menjelaskan jika freelance writer dibagi menjadi travel writer, copywriter, content writer, book writer, blogger, ghost writer, citizen journalist atau contributor, dan social media admin. Tugas peserta adalah menggali dan menemukan jalur penulisan yang sesuai dengan karakter dan minat.

"Menulis itu banyak cabangnya, pilih yang sesuai panggilan jiwa." @rizkachika

Saya sempat kebingungan ingin menjadi 'penulis apa' saat memasuki penjelasan demi penjelasan. Bukan karena tidak memiliki panggilan jiwa tertentu, tapi justru ingin mencoba semuanya dulu baru menentukan sebuah kemantapan. Adakah yang juga berpikiran sama?


 2. Dream 

Jika berbicara dengan dunia seni, cenderung akan dikaitkan dengan bakat. Padahal dunia tersebut bisa dimulai dengan adanya latihan, termasuk menulis.

"Bakat dalam menulis tidak diperlukan, yang diperlukan adalah latihan dan itu menentukan jam terbang." Prita HW

Seseorang pernah berkata kepada saya, jika kamu mau menguasai sesuatu maka harus melatih diri setiap hari sekalipun itu hanya satu jam asal rutin. Bisa dibayangkan bagaimana dampak dari satu jam setiap harinya itu jika sudah setahun? Tapi ternyata meluangkan waktu secara rutin butuh sebuah kedisiplinan.


 3. Design 

Tugas calon penulis dalam hal ini adalah menciptakan karya sekaligus personal branding yang menjual namun tidak membual. Sedangkan karya dikatakan menjual jika isinya layak. 

Ini dia yang paling menantang bagi saya yang punya prinsip let's work hard silently. Sangat tidak cocok memang dengan konsep digital marketing saat ini yang fokus dalam memperkuat personal branding. Intinya, jangan terlalu silent. Jadi, setengah silent tidak apa, kan? Hehe.


 4. Destiny 

Inovasi nyatanya diperlukan dalam segala hal, tidak hanya teknologi. Tulisan memiliki inovasi jika menyajikan hal baru dalam karyanya.

Tulisan yang fresh menurut saya bukan berarti harus berisikan fenomena terkini. Terkadang membahas hal lawas tapi dikemas dengan sudut pandang baru, itu juga akan menjadikannya mewah nan fresh.

Setelah mempelajari 4D dan menerapkannya, hal terpenting yang menjadi kunci selanjutnya adalah be yourself ketika menulis. Dengan menjadi diri sendiri, tulisan akan mencerminkan karakter kita. Juga jangan takut untuk mengenalkan karya kita ke orang lain. Itulah yang dipelajari di Online Writing Class The Jannah Institute.

Saya sama sekali tidak menyesal sudah menunggu kelas ini sangat lama. Karena apa yang ditawarkan memang sama persis dengan kenyataannya dan hal yang paling saya suka dari Online Writing Class, saya dan teman-teman peserta lainnya dibimbing secara intens dari satu tugas ke tugas lainnya. Bukan hanya itu, kepiawaian Mbak Prita juga diimbangi dengan ketelatenan dalam membantu kami untuk berani berkarya. 

Terbukti dari beberapa keberhasilan kelas menulis online ini antara lain salah satu peserta batch 1 sudah menerbitkan buku solo dan salah satu peserta batch 2 diundang ke acara Kick Andy karena kisahnya yang inspiratif, yaitu perjuangan dalam melawan suatu penyakit hingga sembuh. Tulisan tersebut terkumpul dalam buku antologi batch 2 berjudul “Survive for Life.”

Ada yang ingat hadits ini?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia."
HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni


Bermula dan berakhirnya kelas ini nanti, keinginan saya tetaplah sama. Semoga dapat menulis karya yang selama prosesnya terasa menyenangkan, pun bermanfaat hingga dapat menjadi amal jariyah kelak. InsyaAllah.