Pantai Payangan
Beberapa perahu nelayan sedang berbaris ditepi pantai. (Sumber: dok. pribadi)

Pantai nelayan! Begitulah masyarakat Jember menjulukinya.

Pantai ini memang menjadi tempat bertemunya ikan-ikan segar hasil tangkapan nelayan dengan pengunjung yang hendak membelinya. Secara urutan popularitas, pantai ini kalah dibanding pantai-pantai tetangganya yang kalau namanya disebut pasti sobat dumay tidak akan merasa asing. Salah satunya adalah Pantai Papuma. Eits, tapi itu mah dulu…

Sedangkan kini… Pantai Payangan sudah tidak hanya dikenal sebagai pantai nelayan. Daya tarik tersembunyinya mulai terpancar. Bahkan Pantai Payangan menjadi top list destinasi wisata Jember yang wajib dikunjungi. Coba saja berselancar didunia maya dengan kata kunci “Pantai Payangan”, maka sobat dumay akan menemukan betapa banyaknya artikel yang memuat tentang pantai ini. Terlebih artikel yang menceritakan tentang Teluk Love. Salah satu keindahan alami yang menjadi primadona di Pantai Payangan beberapa tahun ini.



Pantai Payangan
Ada yang bisa meneropong di manakah si Teluk Love berada? (Sumber: dok. pribadi)


Pantai yang berada di Kecamatan Ambulu ini telah mendapat pengelolaan yang baik berupa konsep ekowisata dengan pendekatan konservasi. Sehingga meski pantai ini mulai dibanjiri pengunjung, namun kelestarian pantai dikondisikan tetap terjaga dengan baik. Tidak hanya kelestarian saja yang menjadi poin penting dalam pengembangan pariwisata di Pantai Payangan, tetapi juga kesejahteraan. Adanya peran aktif dari masyarakat memang harus dibina agar community based tourism dapat tercapai. Dimana community based tourism merupakan strategi dari pemerintah pada bidang pariwisata agar masyarakat dapat berdaya secara ekonomi di daerahnya sendiri.

Sobat dumay, sebenarnya masih ada daya tarik tersembunyi lainnya yang juga tidak kalah untuk dinikmati dan diceritakan lho. Bahkan daya tariknya menawarkan suasana berbeda tergantung pada musim yang ada, yaitu musim kemarau atau musim hujan. Karena kedua musim tersebut akan berpengaruh pada warna rerumputan yang menghiasi beberapa bukit di Pantai Payangan.

Inilah beberapa daya tarik Pantai Payangan kala belum kondang versi arek asli Jember :


1. Kabut yang menyelimuti bukit dan pantai 

Menikmati sunrise dari salah satu bukit, yaitu Bukit Samboja di Pantai Payangan ternyata menyenangkan! (Sumber: dok. pribadi)



Perpaduan yang pas tergambar dalam satu frame yang indah. (Sumber: dok. pribadi)



Saat itu musim kemarau sedang berlangsung, warna rerumputan menjadi nampak gersang. Kabut juga sedang berbaik hati menampakkan dirinya. Sepertinya ini adalah pemandangan yang tidak didapat secara beruntun setiap hari, karena saat kunjungan-kunjungan selanjutnya kabut tidak berani beraksi. Sehingga pemandangan ini menjadi kenangan berkesan yang tidak terlupakan. Selain sinar mentari pagi, Pantai Payangan juga melukiskan langit senja yang tidak kalah indah. Bahkan momen sunset ini lebih banyak dinikmati oleh pengunjung dan juga fotografer daripada momen sunrise-nya. Mau tahu seperti apa? Segera rapatkan barisan ke Pantai Payangan ya!



2. Makam dan monyet pemalu di atas bukit 


Tampak dari kejauhan terdapat suatu bangunan di puncak Bukit Samboja. (Sumber: dok. pribadi)


Setelah diperbesar, nampaklah bangunan yang terisi makam di dalamnya. (Sumber: dok. pribadi)


Jangan tanya makam siapa dan kenapa bisa ada di bukit ini ya? Nggak seru dong kalau tahu tanpa bertanya langsung ke penduduk sekitar. Sekalian berinteraksi gitu ala detektif yang sedang berpetualang. Selamat mencari juru kuncinya ya! 😂

Selain terdapat makam, beberapa monyet juga asyik berjalan-jalan di Bukit Samboja. Tetapi mereka cenderung pemalu. Sepertinya mereka semua monyet jantan karena ketika didekati sebentar eh sudah main kabur saja. Iya kabur, yang mau mendekat yang kabur duluan maksudnya. 😝 Bukan monyetnya! Jadi jangan tanya juga mana foto monyetnya ya? Cuma bisa cerita! 😂



3. Si manis pasir hitam dan bebatuan yang cantik 


Si hitam yang memukau. (Sumber: dok. pribadi)


Pantai Payangan termasuk pantai selatan dengan ombak yang tidak bisa dijadikan sahabat berenang setiap saat. Meskipun begitu, pasir di pantai ini dapat dijadikan sahabat bermain setiap saat. Warnanya yang hitam justru menghadirkan rasa penasaran bagi pengunjung. 



Tampak bebatuan yang menghiasi sekitar pantai. (Sumber: dok. pribadi)


Bebatuan disekitar sisi timur Pantai Payangan memang tidak semegah seperti tetangga pantai sebelah, namun pemandangan yang disuguhkan juga tidak kalah cantik dari sini. Tidak heran jika terdapat beberapa spot foto yang diburu oleh pengunjung, salah satunya dari sudut di atas.



4. Tanaman tak bernama yang menari di atas bukit 


Sobat dumay ada yang tahu ini bukit apa? Atau bahkan tanaman apa? (Sumber: dok. pribadi)


Nampak dari kaki bukit, lebatnya tanaman tak bernama (karena memang belum tahu sebenarnya ini apa? Rumput kah? Ilalang kah?) yang sedang berwarna kecoklatan nampak menari diterpa angin. Sepertinya sederhana ya? Tapi pemandangan ini menyimpan kesan hangat dan damai tatkala melihatnya lho~



5. Kambing di mana-mana 

Tentukan kambing pilihanmu! Mbeeeek~ (Sumber: dok. pribadi)


Menurut penduduk sekitar, ada salah satu bukit yang dinamakan Bukit Domba karena banyaknya kambing yang dibiarkan mencari makan di sana. Tapi selama beberapa kali berkunjung, kambing-kambing terlihat menyebar di segala penjuru pantai dan bukit. Hati-hati ya, perhatikan setiap langkah sobat dumay, jangan sampai menginjak….


6. Surganya pencari rezeki 


(Sumber: dok. pribadi)


Laut dan bukit yang ada di Pantai Payangan merupakan salah satu karunia dari Allah yang menjadi sumber kehidupan nelayan dan makhluk hidup lain disekitarnya. Lihat saja betapa Allah menjamin rezeki nelayan dan lebah yang hendak menghampiri si bunga nan cantik. Itulah mengapa kelestarian alam harus tetap terawat meski suatu daerah sudah menjadi objek wisata terbuka agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga. 


7. Sisi lain ditepian pantai 


(Sumber: dok. pribadi)


Mengelilingi Bukit Domba dari bawah ke puncak sesuai jalur yang dibuat sudah menjadi hal yang biasa kan? Cobalah sesekali menelusuri tepian disepanjang kaki bukitnya saat air laut surut. Nanti sobat dumay akan bertemu beberapa pemancing yang super sabar menunggu umpannya disantap lahap oleh ikan-ikan. Selain itu, terdapat deretan batu karang yang cantik dengan suara deburan ombak yang menghantamnya. Siapa tahu juga bisa menemukan berbagai rupa pattern dari pasir yang terbentuk alami karena arus air laut yang sedang mengalir.


Bagaimana sobat dumay? Yakin sudah puas dengan hanya menikmati Teluk Love dan berbagai suguhan wisata yang telah dikemas oleh pengelola pantai? Atau justru tertantang untuk menemukan daya tarik lainnya yang belum terungkap oleh sepasang mata dan kaki yang siap menjelajah? Sah-sah saja jika ingin mengeksplorasi lebih dalam lagi karena pariwisata memang salah satu hal yang menggiurkan untuk dinikmati. Dan dengan adanya daya tarik baru lainnya yang menggairahkan di Pantai Payangan, hal tersebut tentu akan menjadikan Jember makin rame. Tapi ingat, tetap saling menjaga kelestarian alam ya!



~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh