Infografis Trio Kolaborasi Alfamart Jember, The Jannah Institute, dan Bidadari Jember Dalam Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Khusus Perempuan
(Sumber : dok. pribadi)

When women support each other, incredible things happen.

Quote tersebut tertulis di sticker yang dibagikan untuk peserta Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat: Khusus Perempuan saat melakukan registrasi. Sekotak snack dengan variasi jajanan yang tidak asing di lidah ibu-ibu dan mbak-mbak juga tidak kalah ketinggalan, seperti lemper, kacang goreng tepung, sus goreng, dan martabak mini. Nah, ada makanan tentu ada minuman. Sobat dumay tahu sendiri kan nikmatnya minum seusai makan itu gimana? Alhamdulillah terasa segar nan lega gitu, ya? 😂 Sebotol air mineral hasil produk Alfamart  menjadi teman pelepas dahaga yang pas sebagai pelengkapnya.

Pelatihan ini dapat terwujud karena adanya trio kolaborasi yang kalau dirinci presented by Alfamart Jember dan The Jannah Institute serta supported by Bidadari Jember. Jumlah peserta kala itu sebanyak tiga puluh perempuan dan termasuk kategori usia produktif. Sobat dumay pernah membaca tentang hadits ini?

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.

Hadits tersebut adalah HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni dan dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami' nomor 3289. Yap, menjadi pribadi yang dapat memberikan manfaat kepada sesama juga harus dimiliki oleh seorang perempuan. Sebagai muslimah, kita pun diwajibkan untuk mempelajari ilmu terlebih ilmu agama. Namun bukan berarti ilmu dunia lantas tidak tersentuh sama sekali . 

Seperti ilmu yang dimiliki oleh ketiga narasumber kita. Ada Bu Dewi Uji pemilik Mayar Shopping, Kak Prita HW founder The Jannah Institute, dan Bu Vina Manager Merchandising Alfamart Jember. Tidak hanya waktu saja yang dibagi oleh beliau-beliau untuk para peserta, tetapi juga pengalaman yang didapat. Dan tentunya semua itu diberikan secara cuma-cuma untuk peserta.

Pelatihan ini dibuka oleh Bapak Yosia selaku Branch Manager Alfamart Jember. Selanjutnya, materi pertama diisi oleh Bu Dewi Uji. Kisah sukses beliau menjadi gebrakan semangat diawal yang membakar semangat peserta pelatihan. Hasil kreasi Bu Dewi ini selaras dengan tagline Alfamart  "Belanja puas, harga pas." Mengapa bisa begitu? Karena souvenir, undangan, dan bahan craft yang menjadi produk andalan Bu Dewi juga dijual dengan harga pas. List harga dengan berbagai kreasi yang diinginkan dapat diintip di Tokopedia Mayar Shopping.

Karena kegiatan ini dikemas dalam bentuk pelatihan, tentunya peserta akan dibimbing untuk dapat berkreasi secara langsung bersama narasumber. Pada kesempatan kali ini, Bu Dewi mengajarkan peserta bagaimana cara membuat undangan maupun handicraft souvenir untuk pernikahan dari serbuk kayu. Berbagai tips dan trik dijabarkan secara detail tanpa ada tirai rahasia diantara Bu Dewi dan peserta. Kesabaran beliau untuk mengajarkan setiap peserta juga patut diacungi jempol.


Handcraft yang dibuat oleh peserta pelatihan
Ini adalah salah satu contoh hasil karya peserta. Jangan lupa kalau lelah dengan prakarya di tangan, minumnya air botol kemasan Alfamart. Btw, itu sticker yang dibagikan ke peserta. Cute ya desain dan warnanya? (Sumber : dok. pribadi)


Sobat dumay, mau tahu nggak kalau saya punya tugas khusus pada pelatihan ini? Disini saya adalah tim hore dengan tugas khusus yaitu tercengang melihat ibu-ibu dan mbak-mbak yang telaten membuat kerajinan tangan satu ini. Terlihat mudah, tapi aslinya juga butuh kesabaran lho memperhatikan setiap gerak-gerik peserta. Kemudian mengambil momen yang pas, jepret-jepret! Juga mendengarkan penjelasan demi penjelasan, catat-catat! 😆


Undangan hasil karya Bu Dewi
Undangan handmade ala Bu Dewi. Cakep kan? Buruan pesan. Eits, sudah ada calonnya belum? 😲 (Sumber : dok. pribadi)


Materi selanjutnya adalah menulis caption untuk memasarkan produk kreativitas yang disampaikan oleh Kak Prita HW. Media pemasaran yang difokuskan pada penjelasan Kak Prita HW saat itu adalah media sosial instagram yang dilihat dari cara pemakaian memang lebih mudah untuk dipelajari oleh ibu-ibu. Kalau mbak-mbak, jangan tanya deh ya? 😅 Menurut Kak Prita HW, "Berdaya dengan bisa memproduksi sesuatu tak lengkap tanpa ilmu memasarkan dan mencari segmented market yang pas."

Tidak hanya belajar menulis caption yang menarik, peserta juga diajarkan bagaimana menata tampilan akun instagram yang dapat mencuri perhatian peselancar dunia maya sejak awal diklik. Seperti kita tahu pada zaman ini akun instagram diisi dengan jajaran toko online dengan berbagai produk. Maka tidak heran jika mulai banyak pembicara seperti Kak Prita HW yang berbagi ilmu mengenai hal tersebut.


Perbedaan pedagang vs pebisnis
Salah satu slide materi presentasi Kak Prita HW yang menjelaskan perbedaan pedagang dengan pebisnis. (Sumber : file ppt Kak Prita HW)


Materi terakhir adalah angin segar bagi para peserta dimana materi ini berkaitan dengan tips produk UMKM alias Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dapat menembus retail modern khususnya Alfamart. Bu Vina sebagai Manager Merchandising Alfamart Jember berbagi langkah demi langkah yang harus ditempuh pelaku UMKM agar produknya dapat dipasarkan di Alfamart. Ini adalah sinergi yang baik antarsegala jenis pelaku ekonomi. Pertumbuhan UMKM di Jember tidak boleh disepelekan. Kesempatan dari retail modern seperti Alfamart menjadi ruang untuk UMKM dapat berkembang dan terus tumbuh.


Tips UMKM dapat menembus Alfamart
Salah satu slide yang dijelaskan oleh Bu Vina selaku Manager Merchandising Alfamart Jember. (Sumber : dok. pribadi)


Nampak sekali antusiasme peserta yang mayoritas adalah para perempuan pegiat UMKM di Jember saat sesi ini. Bu Vina pun kebanjiran pertanyaan. Suasana di Rumpi-rumpi Home Bistro juga mendukung kenyamanan disetiap waktu pelatihan yang berjalan lancar. Alhamdulillah. Hingga tidak terasa pelatihan akan segera usai. Sebagai penutup acara, hidangan ala liwetan dari Rumpi-rumpi Home Bistro menjadi kenangan tersendiri bagi peserta. Peserta pelatihan pada umumnya akan mendapat jamuan berupa nasi dus kotak atau prasmanan. Namun, kali ini liwetan menjadi menu andalan yang membuat kegiatan pelatihan ini semakin tidak terlupakan. Liwetan memang gaya ndeso yang sedang naik daun, lha ya wong secara disajikannya ya juga di atas daun. 😅


Rumpi-rumpi Home Bistro tampak depan
Rumpi-rumpi Home Bistro tampak depan. (Sumber : dok. pribadi)


Liwetan ala Rumpi-rumpi Home Bistro
Liwetan ala Rumpi-rumpi Home Bistro. Sengaja nggak difoto full biar nggak pada ngiler bayangin betapa lezatnya~ (Sumber : dok. pribadi)


Moga Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Khusus Perempuan hasil kerjasama antara Alfamart Jember dan The Jannah Institute dengan didukung oleh Bidadari Jember dapat mendatangkan manfaat bagi peserta dan juga diharapkan peserta dapat menebar virus manfaat tersebut ke teman, kerabat, atau sobat dumay lainnya. Terima kasih kepada trio kolaborator, sesama peserta, dan semua pihak yang sudah mendukung terselenggaranya pelatihan ini.